hadoo.. uda tanggal 14.. kapan mudik yeuhh??  hahaha…

tinggal sejam lagi.. yesssssssssssssssssssssssssssssssss…

Perhelatan krci-kri 2009 tingkat regional telah berakhir. Di regional II, masih seperti tahun-tahun sebelumnya, krci selalu didominasi oleh robot buatan UNIKOM, sedangkan untuk KRI secara tragis tim ITB tersungkur di perempat final. 

Ada yang menarik dari KRI tahun ini. Sistem lomba yang mengadopsi budaya kago dari jepang ini membuat mayoritas peserta KRI di regional II kesulitan. Hampir semua (bahkan semua) peserta di regional II tidak ada yang dapat menyelesaikan task yang diberikan yaitu menabuh 3 buah beduk. Dan anehnya kadang2 tim yang menang bisa karena faktor keberuntungan. Padahal menurut berita dari seorang teman di ITS, PENS bisa menabuh beduk dengan waktu 50an detik dan tim2 lain di regional IV banyak yang bisa menyelesaikan tugas tersebut. Ada apa dengan regional II?? ahh.. itu untuk dipikirkan anak KRI sajalah..

Yang saya pikirkan sekarang adalah krci terutama kategori senior beroda. Oh ya,, KRCI itu singkatan dari Kontes Robot Cerdas Indonesia. Pada tahuni ini, KRCI memperlombakan 4 kategori, yaitu senior beroda, senior berkaki, expert single dan expert battle.  Inti dari perlombaan ini adalah memadamkan api yang berada dalam suatu area dengan waktu sesingkat-singkatnya.

Berdasarkan kesulitan relatif seharusnya senior beroda berada pada tingkat yang paling rendah karena mudah nya bernavigasi dalam suatu tempat yang  pre-defined. Sayangnya hal itu tidak terjadi pada KRCI regional II. RObot beroda yang berhasil memadamkan api hanya UNIKOM saja, sedangkan universitas-universitas lain termasuk ITB, gagal dalam menyelesaikan tugas.  

Di trial pertama tim saya mengalami kegagalan karena sensor garis yang tidak sesuai treshhold-nya, sehingga mendeteksi garis putih penanda pintu ruangan walaupun alas di bawah robot cuma berupa karpet abu-abu. Hal itu berlangsung 2 kali sehingga jatah retry habis. (TRIAL 1 = GAGAL)

Trial kedua ==>setelah memperbaiki sensor garis yang menjadi masalah di trial pertama dengan cara memberi filter (sebenarnya sih cuma selotip) pada transmitter IR-nya, kami memulai trial ini. Aneh sungguh aneh,, kompas yang selama ini bekerja dengan baik (setidaknya di lab) mengalami pembacaan yang tidak linear. Pembacaan ini membuat navigasi robot, seperti berputar ke arah utara atau selatan, mengalami anomali.Robot berputar tak terkendali, dan error pembacaan kompas mencapai 30 derajat!!! akhirnya robot mentok di pintu masuk ruang 3 dengan cara nabrak dinding (TRIAL II = GAGAL)

trial ketiga (terakhir)==> berdasarkan pengalaman di trial pertama dan kedua, akhirnya tim kami memutuskan untuk bermain aman. Arti bermain aman di sini adalah mengurangi kecepatan robot hingga batas paling kecil, sehingga kami berharap gerakan robot bisa menjadi lebih presisi.  Dan memang itu berhasil!! Robot berjalan mulus keluar ruangan 2 dan menuju api yang berada di ruangan 1. Sayang eh sayang,, di tengah2 arena terdapat sebuah karpet yang koefisien geseknya lebih besar dari pada koefisien gesek karpet ruangan. Hal ini membuat robot kami berhenti saat berbelok (karena kurangnya kecepatan)..urrrrggghhh.. kesel sangat!!! padahal setelah kami menyerah, saya sentuh si robot sehingga bergerak lagi, ternyata robot berhasil menemukan dan hampir memadamkan lilin. Sial… ternyata “main aman”nya malah bikin gagal.

 

 

ngetem..!!

ngetem..!!

 

 

Alhasil karena hanya UNIKOM yang berhasil memadamkan api, maka slot juara 2 dan juara 3 dikosongkan, dan peserta senior beroda yang akan mendampingi UNIKOM ke nasional masih simpang siur. Yaaah… berharap saja dapet “jackpot” dari juri sehingga bisa lolos ke nasional.. amiiiiiiinnn

Pernah dengar teori di atas??  Kalo Anda seorang penggila matematik atau setidaknya orang yang mendalami matematika, pasti pernah mendengar teori tersebut.

Euler Theorem dinobatkan sebagai rumus matematika tercantik yang ada di muka bumi dalam sebuah majalah “The Mathematical Intelligencer” pada tahun 1988 (udah lama juga ya..). Keeleganan teorema ini terletak pada jumlah operasi matematis yang tepat sekali dilakukan untuk penjumlahan, perkalian dan eksponensial. Selain itu, teorema ini juga melibatkan 5 konstanta paling dasar dalam matematik yaitu 0,1,π,e dan i. Coba saja tengok rumus berikut

eu1

Euler Theorem ini merupakan kasus khusus dari Euler’s Formula

eut

Dengan mensubtitusikan nilai x=π , maka

eu2

Sedangkan cos π = -1 dan sin π = 0, sehingga persamaannya menjadi

eu3

atau

eu4

Luar biasa bukan?? (hahaha)

Yang lebih menarik, teorema ini bisa membuktikan bahwa ii menghasilkan nilai yang bukan imajiner (ajaib bukan)..

Coba saja akarkan kedua ruas persamaan di atas

eu5Lalu pangkatkan dengan i sehingga menghasilkan

eu6Dimana e-π/2 = 0.207879…  jadi bilangan imajiner dipangkatkan bilangan imajiner menghasilkan bilangan yang real… luarrr biasa!!!

Kemaren siang gw, bareng dipta, giri sama dodi sebagai wakil dari unit robot ITB, memenuhi undangan dari 99ers buat siaran di BRI tower. Berangkat jam 9 pagi, yg dijanjikan buat siaran jam 10,, eh ternyata siarannya baru mulai jam setengah 11(agak kesel sih ga dikasih tau jam benernya). Dari ITB cuma bawa satu robot,, ya, robotnya dipta yg hexapod, karena robot tim gw masih ancur gara-gara mau ganti platform.  Yaps di sana robot itu jadi pusat perhatian.. yaeyalah,, keliatan keren gitu!! jangankan orang awam, orang yg jago robotika pun pasti terkagum-kagum kalo liat tu robot,, (salut buat Syawal yg desain).

Dan siaran pun dimulai,

Ternyata acara di 99ers nya itu tentang hobby2 keren yang ada dibandung, kebetulan minggu ini tema mereka tentang robotika, yaah ITB dapet untung karena bisa diundang, padahal masih bisa dibilang kalah dari univ sebelah (baca: UNIKOM). VJ acara nya Pinka sama Riki, kalo ga salah dua2ny dari jurusan FIKOM UNPAD, Pinka angkatan 2007 kalo riki ga tau.

Di acara itu kita ditanya macem-macem dan jawabnya macem-macem pula (cenderung ga jelas),, Dimulai dari apa itu KRI dan KRCI (tau kan?? ). Buat yang ga tau, KRI tuh singkatan dari Kontes Robot Indonesia sedangkan KRCI singkatan dari Kontes Robot Cerdas Indonesia. Bedanya cuma di cerdas sama enggak nya aja (hahaha..) kalo mau lebih jelas search di google aja. Ditanya juga  tentang pengalaman (buruk) pas lomba di UI kemaren  malahan si Giri sempet nyerita pengalaman joroknya bikin janji sambil kencing bareng (hoeek!!!). Yang paling parah di acara ini gw di”bully2” karena status gw (jomblo T.T) kayak yang nyari istri aja kalo kata rofi dismsnya,, hahah.

Ada satu pertanyaan dari anak SMA yang bikin kita diem. “Website unit robot ITB apa ya?? ” wekss!!!. Baru kepikiran, ternyata kita terlalu sibuk bikin robot sampe lupa buat publikasi. Padahal publikasi penting buat nambah-nambah resource (duit). Yah untuk sementara nebeng dulu ke websitenya workshop HME deh.

Abis siarannya selesai, seperti biasa,, Foto-foto!!

 n609250947_2507120_6743003

Buat kru 99ers, thanx buat undangannya, kalo jadi juara nasional undang lagi yaa.. ^^